Seni hiburan tradisional Indonesia memegang peranan penting dalam keberagaman budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Seni hiburan tradisional merupakan bagian dari warisan nenek moyang yang harus dilestarikan dan dijaga agar tidak punah. Contoh-contoh seni hiburan tradisional Indonesia antara lain wayang kulit, tari topeng, kuda lumping, dan masih banyak lagi.
Menurut Pakar Budaya dari Universitas Indonesia, Prof. Dr. Siti Nurlela, seni hiburan tradisional Indonesia memiliki makna mendalam yang mencerminkan kearifan lokal dan nilai-nilai luhur yang diwariskan dari generasi ke generasi. “Seni hiburan tradisional Indonesia bukan hanya sekedar pertunjukan, tapi juga sarana untuk mempererat tali persaudaraan dan menjaga keutuhan komunitas,” kata Prof. Siti Nurlela.
Salah satu contoh seni hiburan tradisional Indonesia yang sangat populer adalah wayang kulit. Wayang kulit merupakan seni pertunjukan tradisional yang menggunakan media kulit wayang dan diiringi oleh gamelan. Wayang kulit tidak hanya sekedar hiburan, tapi juga sarana pendidikan dan penyampai pesan moral kepada masyarakat.
Menurut dalang terkenal Ki Manteb Sudharsono, wayang kulit memiliki makna yang sangat dalam dalam kehidupan masyarakat Indonesia. “Wayang kulit mengajarkan tentang nilai-nilai kebenaran, kebaikan, dan keadilan. Melalui pertunjukan wayang kulit, kita bisa belajar dari kisah-kisah pewayangan yang sarat akan pesan moral,” ujar Ki Manteb.
Seni hiburan tradisional Indonesia tidak hanya menghibur, tapi juga memberikan inspirasi dan pemahaman yang mendalam tentang budaya dan sejarah bangsa. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk terus melestarikan dan mengapresiasi seni hiburan tradisional Indonesia sebagai bagian dari identitas dan jati diri sebagai bangsa yang kaya akan budaya. Semoga seni hiburan tradisional Indonesia tetap lestari dan terus diwariskan kepada generasi selanjutnya.